Pramuka Untuk Indonesia

17 Aug 2009

“Kami pramuka Indonesia.. Manusia Pancasila.. Satyaku kudarmakan Darmaku kubaktikan.. Agar Jaya Indonesia.. Indonesia Tanah Airku. “

Ketukan awal lirik hymne Pramuka yang aku nyanyikan dengan bangga di pagi itu, diiringi Nova sang dirigen dadakan yang sebenarnya PINRU kana*. Walaupun mata sudah berat di angkat, tapi sewaktu menunduk melihat leher sudah terpasang sempurna kacu* merah putih yang di jepit ring rotan. rasa semangat tersulut berkobar mengalahkan rasa kantuk.

aku pramuka penggalang

aku pramuka penggalang


sebenarnya apel pagi ini sama seperti apel penutupan PERSAMI biasa, tapi mengingat malam tadi acara pengambilan kacu tingkat RAMU sukses bagiku, dan aku satu satunya peserta dari LABA-LABA regu-ku yang berhasil mengambil kacu di area pemakaman utara ibukota , rasa bangga itu meluap memecah kumpulan kantuk yang memaksa untuk di perhatikan.

Apalagi besok 17 agustus, asik aku sudah menjadi penggalang ramu* di hari kemerdekaan indonesia. Semakin lagu hymne pramuka berdendang harmonis di antara barisan coklat, semakin itu pula rasa cintaku terhadap negeri ini berkobar kobar. Walaupun aku masih kelas 1 SMP yang orang biasa bilang ‘anak ingusan’, tapi rasa cintaku pada Allah, Mamaku dan Negaraku tak kalah dengan semangat bapak SOEKARNO sewaktu membaca teks proklamasi di tengah barisan tentara jepang.

Berkat wejangan kk Penegak* malam tadi “orang sukses itu orang yang dulunya sering ikut organisasi seperti pak Susilo Bambang Yudhoyono yang dulunya aktivis pramuka” memacu aku untuk berusaha menjadi orang sukses, agar cita cita membahagiakan orang tua tercapai. Nasihat itupula yang membuat aku berani menghadapi tantangan yang sangat mustahil aku lakukan malam tadi.

Sekitar pukul 10 malam, setelah api unggun. 4 regu yang hadir terbagi dari 2 regu wanita dan 2 regu laki-laki di bawa ke 4 tempat yang berbeda, dan reguku di bawa ke tengah kuburan. pemandangan batu nisan kayu dengan tulisan pudar termakan usia diterangi sinar bulan sabi,t menambah keheningan sunyi malam itu. kk Penegak memberi arahan mengenai tugas yang harus di lakukan, kami secara bergilir harus mencari satu kacu di ujung pohon yang jaraknya 200 meter dari pos yang kami tempati sekarang, kulirik temanku satu persatu. tubuh mereka bergetar seperti kucing yang habis tercebur ke air :).

Astaga!! tidak satupun teman reguku yang sanggup mengambil kacu di ujung pohon. sudah 8 orang yang maju dengan hasil : Lari terbirit-birit kembali ke pos, bahkan tidak sampai setengah perjalanan.

berarti tinggal dua. aku dan ridwan.

“selanjutnya..Bayu..” kk penegak memanggil,

“lho kok saya? bukanya ridwan?” sahutku.

“ridwan gak masuk. ..masa temenya sendiri lupa..!” balas kk penegak

“Astaghfirullah.. lupa ka’ “ sadar aku.

Aku mulai berjalan dengan kaki gemetar, di otakku berputar nama dan wujud hantu yang biasa muncul di film-film bioskop. “Bismillahirrahmanirahim.. Bismillahirahmanirrahim,, Bismillahirahmanirrahim..” ucapan Basmalah aku paksa masuk ke dalam hati yang sedang tegang ini .

Semakin masuk semakin tenang semakin hilang ketegangan hati . wah, Banyak ‘putih-putih’ lewat di semak semak. “Ah.. itu pasti tipuan dari kk Penegak agar aku takut.. ” sedikit demi sedikit kakiku melangkah gemetar, tujuan sudah semakin dekat, otakku berputar terus menerus mencari hiburan yang tersimpan yang dapat mendinginkan hati ini, hingga otakku menemukan memori lama: cerita nenek: “dulu waktu nenek muda (sekarang sudah 57 thn) di kampung. Kerawang, Rengas Dengklok. untuk tidur malam nenek tidur di tempat seperti ini, hutandengan pohon lebat..”

Suasana mencekam dibentur suara angin malam dan pemakaman tua di kanan kiri badan dan ‘putih putih’ bergerak di semak semak memacu jantung untuk bilang “STOP udah udah nyerah .. ah.. tidak aku tidak akan mengulang kekalahan mental teman” aku bertekad dalam hati, walaupun barisan hantu menghalangiku!

Tapi kupikir rasanya tekad ini tak sebanding dengan Jasa Pejuang Nasional yang LEBIH BERANI dari aku, mereka yang perang BERANI MATI, yang MAKAN APA ADANYA, yang TIDAK MENGELUH, yang TIDAK DI BAYAR. demi satu tujuan mulia, MERDEKA!! memompa semangat hatiku subahanallah..

Akhirnya aku berhasil sampai dan mengambil kacu yang tergantung di bawah pohon beringin dengan akar menggantungnya, setelah itu “satu.. dua ..tiga..lariii.. “ Seribu langkah kaki lari terbirit birit, melewati kuburan tua yang terlihat goyang, semak semak putih putih, semakin kupercepat lebih cepat dari Yusuf Saad Kamel, hingga Alhamdulillah..sampai ke pos awal.

Tak kusangka aku bisa, perjuangan yang mustahil ini bahkan otakku sendiri dengan perhitungan logis,bilang “Nggak bisa” untuk melakukan tugas ini … ternyata semangat bisa mengalahkan LOGIS otak manusia,

Aku bangga dan beruntung mengenal Pramuka di smp ini, aku tidak malu berjalan pergi dan pulang menggunakan seragam pramukadengan kacu pluit, topi baret,atribut lengkap. atau sekarang aku tertawa mendengar pernyataan “Hari gini masih pramuka..” karena berkat pramuka sekarang aku bisa menjadi khalifah osis SMKN 36 JAKARTA 09/10 dengan pengalaman berharga pramuka

Apel pagi selesai, sekarang rasa kantuk itu benar benar tak bisa di tahan lagi.. aku harus pulang berjalan kaki menaiki angkot merah, berjalan kaki lagi hingga sampai di rumah.. ah sangat lelah bahkan di benakku, tapi ini semuakan demi Indonesia besokkan dia Ulang tahun, semangat MERDEKA!! :).

catatan kecil:
  • kacu : dasi merah putih segitiga yang di lipat dan di ikatkan di leher dengan ring sebagai pengaitnya.
  • PINRU KANA : pemimpin regu ‘Kana’ nama bunga yang menyimbolkan regu perempuan.
  • Penggalang Ramu: Tingakatan grade untuk SMP. “Ramu” sub-grade dari penggalang ex: Ramu, Rakit Terap.
  • Penegak: Pengarah Penggalang, grade SLTA/SEDERAJAT.

Yang ingin mendengarkan Hymne Pramuka klik Disini
pustaka gambar : http://foto.detik.com/images/content/2008/08/13/464/pramuka3.jpg
saat ini pramuka berada dalam masa kritis, pemuda pemudi indonesia mulai mengasingkan pramuka dari kehidupan sekolahnya, di setiap SMP/sederajat, SMA/sederajat pramuka kurang diminati. inikah akhir dari pramuka? sebuah fundamental dasar pemuda bangsa yang akan lenyap di makan zaman? di hari kemerdekaan ini aku mengajak semua pembaca pelajar, mari kawan kita ikut pramuka dan jangan segan atau malu… manfaatnya banyak kawan.. go indonesia go scout!


TAGS Bayu sutirisno merah putih indonesiaku di blogdetik Merdeka Indonesia


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post